Lebih Dalam Memahami Tentang Makna Aqiqah

Seringkali saat membicarakan Qurban, kita kerap memikirkan pula mengenai Aqiqah. Ya, Aqiqah dan Qurban sama-sama ibadah yang dimuliakan oleh Allah. Jika pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai Qurban, ada baiknya kita juga memahami lebih dalam tentang makna Aqiqah. 

Apa itu Aqiqah?

Secara bahasa Aqiqah memiliki makna berupa ‘rambut kepala bayi yang tumbuh sejak lahirnya’. Namun, menurut istilah Aqiqah artinya menyembelih hewan ternak berkaitan dengan kelahiran anak, yang dilaksanakan sesuai ketentuan syara’ sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. 

Bagaimana dasar hukum Aqiqah?

Dalam sejarah dikatakan bahwa aqiqah pertama kali dilaksanakan oleh sepasang anak kembar yang lahir dari perkawinan Fatimah dan Ali Bin Abi Thalib, dengan kata lain mereka adalah cucu Nabi Muhammad SAW. Mereka bernama Hasan dan Husein. 

Terdapat dalil Rasulullah SAW yang menjelaskan mengenai Aqiqah, berikut artinya: 

“Dari Samurah Ra., sesungguhnya Rasulullah SAW berkata “Anak yang baru lahir tergadai sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya, dan hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. At-Tirmidzi). 

Maksud dari kata ‘tergadai’ di atas adalah jaminan yang harus ditebus dengan membayar, oleh karena itu hukumnya menjadi wajib bagi yang mampu. 

Apa saja ketentuan dalam ibadah Aqiqah?

Terdapat ketentuan untuk melaksanakan ibadah yang penuh rasa syukur ini, yaitu:

  • Usia binatang aqiqah sama dengan daging qurban, yakni daging yang dibagikan kepada fakir miskin. Sangat dilarang untuk dijual, sekalipun kulitnya. 
  • Pemanfaatan daging aqiqah sama dengan daging qurban, yakni daging yang dibagikan kepada fakir miskin. Sangat dilarang untuk dijual, sekalipun kulitnya. 
  • Terdapat sunnah yang menganjurkan untuk terlebih dahulu memasak daging aqiqah sebelum dibagikan kepada orang terdekat dan para tetangga. 
  • Disunnahkan untuk menyembelih pada hari ketujuh. Jika belum sempat, dapat beraqiqah pada hari ke 14 atau 21 semenjak kelahirannya. Kemudian, apabila masih belum memungkinkan juga kita dapat melakukan aqiqah kapanpun, dengan syarat melaksanakannya pada H-1 hari kelahirannya. Misalnya sang bayi lahir pada hari Jumat, maka kita dapat beraqiqah di hari Kamis. 

Apa saja hikmah dibalik ibadah Aqiqah?

  • Memperkuat hubungan antara yang kaya dan yang miskin 
  • Dapat melindungi bayi yang baru lahir dari roh jahat 
  • Memperkuat rasa cinta anak kepada orang tua 
  • Menciptakan hubungan yang baik kepada tetangga serta mengajak mereka untuk turut merasakan kebahagiaan 
  • Merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT 
butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

Sigma Siaga

Online

Sigma Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top