Sedekah kepada Non-Muslim, Bolehkah?

Selain merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah, melakukan sedekah juga dapat mempererat tali silaturahmi antar umat manusia. Apa lagi, sebagai manusia kita diberikan kodrat hidup sebagai mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan manusia lain dari latar belakang. Oleh karena itu, sedekah dapat menjadi salah satu cara dalam mendekatkan dalam kehidupan bermasyarakat, contohnya tetangga. Namun, bagaimana jika tetangga kita merupakan seseorang yang non-muslim? Bagaimana hukum sedekah kepada yang bukan muslim? Mari kita kupas satu-persatu.

Dalam Islam, ternyata kita dianjurkan tetap melakukan hal baik kepada yang bukan muslim.

Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, ia berkata:

ذُبِحتْ شاة لابن عمرو في أهله ، فقال : أهديتم لجارنا اليهوديّ ؟، قالوا : لا ، قال : ابعثوا إليه منها ، فإني سمعت رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقول : ( ما زال جبريل يوصيني بالجار ، حتى ظننت أنه سيورِّثه )

“Aku menyembelih kambing untuk Ibnu Umar dan keluarganya. Ibnu Umar berkata: “apakah engkau sudah hadiahkan kambing ini juga kepada tetangga kita yang Yahudi itu?”. Mereka berkata: “Belum”. Ibnu Umar berkata: “berikan sebagian untuk mereka, karena untuk mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Jibril senantiasa mewasiatkan aku untuk berbuat baik pada tetangga, hingga hampir aku menyangka tetangga akan mendapatkan harta waris” (HR. Tirmidzi 1943, dishahihkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i dalam Shahih Al Musnad 797).

Meskipun tidak ada dalil mutlak yang membahas mengenai hukum sedekah kepada non muslim, namun Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk berbuat baik kepada siapa pun. Berikut firman Allah SWT:

Allah berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al Insan : 8)

Berdasarkan dalil tersebut dapat diketahui bahwa kita diperbolehkan memberi sedekah kepada yang bukan muslim. Namun, jangan lupa untuk membaca dalil tersebut dengan seksama, non muslim yang boleh kita bantu adalah seseorang yang tidak memerangi Islam.

Selain itu, meskipun diperbolehkan bersedekah kepada yang bukan muslim, Islam menganjurkan untuk mengutamakan sedekah kepada sesama muslim.

An-Nawawi mengatakan,

يستحب أن يخص بصدقته الصلحاء وأهل الخير وأهل المروءات والحاجات فلو تصدق على فاسق أو على كافر من يهودي أو نصراني أو مجوسي جاز

Dianjurkan agar sedekah itu diberikan kepada orang sholeh, orang yang rajin melakukan kebaikan, menjaga kehormatan dan dia membutuhkan. Namun jika ada orang yang bersedekah kepada orang fasik, atau orang kafir, di kalangan yahudi, nasrani, atau majusi, hukumnya boleh. (al-Majmu’, 6/240).

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top