Tips Merawat Bayi Baru Lahir Sesuai Syariat Islam

Anak merupakan anugerah dan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tua. Oleh karena itu kelahiran anak merupakan hal yang harus disyukuri, sehingga sebagai orang tua kita harus mampu merawat bayi dengan baik sesuai syariat Islam. Berikut adalah beberapa cara merawat bayi berdasarkan syariat Islam: 

  1. Mengumandangkan Adzan dan Diperdengarkan Iqomat 

Seorang bayi yang baru lahir wajib dikumandangkan adzan oleh ayah atau walinya di telinga sebelah kanan dan iqomat sebelah kiri. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan nama yang indah dan baik untuk sang bayi, karena nama adalah doa. 

Syekh Mansur Al-Bahuti dari mazhab Hanbali menuliskan: “Dan disunnahkan dikumandangkan adzan pada telinga bayi sebelah kanan, baik laki-laki atau perempuan, ketika dilahirkan, dan mengiqamatkan pada telinga sebelah kiri, karena hadits riwayat Abi Rafi’ bahwa ia berkata: Saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Hasan bin Ali saat dilahirkan oleh Fatimah. Hadis ini diriwayatkan dan dianggap shahih oleh Abu Dawud dan Tirmidzi” (Mansyur bin Yunus Al-Bahuti, Kassyaful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 7, h. 469).

  1. Memotong Rambut Bayi 

Memotong rambut bayi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua sang bayi. Kewajiban ini biasanya dilakukan setelah hari ketujuh kelahiran, namun dapat disesuaikan dengan kondisi. 

Setelah dipotong, rambut bayi tersebut ditimbang dan dinilai dengan emas atau perak. Selanjutnya, orang tua memberikan sumbangan sesuai dengan berat rambut bayi yang sudah dipotong. 

  1. Melaksanakan Aqiqah 

Pemotongan rambut bayi biasanya dilakukan bersamaan dengan aqiqah. Aqiqah merupakan proses pemotongan hewan ternak pada hari ketujuh kelahiran anak yang hukumnya sunnah. Jika sang bayi merupakan anak perempuan, maka jumlah kambing yang disembelih hanya satu, sedangkan untuk bayi laki-laki, jumlah kambing yang disembelih adalah dua ekor. 

  1. Mendoakan Anak Agar Dijauhkan dari Setan 

Orang tua wajib mendoakan sang buah hati agar terhindar dari godaan setan. 

  1. Ikhtiar 

Orang tua dianjurkan untuk mulai berikhtiar dengan menyiapkan perangkat doa yang dipanjatkan. Dalam surah Al-Imran ayat 37 dijelaskan:

“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan diisinya. Zakaria berkata, ‘hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?’ lalu Maryam menjawab, ‘makanan itu dari sisi Allah’. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikendaki-Nya.”

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

Sigma Siaga

Online

Sigma Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top