Tradisi Unik Puasa di Berbagai Belahan Dunia 

Setiap negara memiliki beragam tradisi dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Seperti yang kita ketahui, Indonesia juga kerap memiliki tradisi unik dari berbagai wilayahnya. Contohnya, kota Meugang di Aceh yang memiliki kebiasaan berbondong-bondong membeli daging menjelang bulan puasa tiba untuk dimasak dan disantap bersama keluarga, bahkan dibagikan kepada yang membutuhkan. Kira-kira bagaimana saja ya tradisi unik di berbagai dalam menyambut dan melaksanakan bulan Ramadhan? Yuk, simak penjelasannya! 

  1. India 

Negara pertama yang akan kita bahas mengenai tradisi dalam menyambut bulan Ramadhan adalah India. Dengan penduduk muslim yang berjumlah 204.000.000, India tentu merayakan bulan puasa dengan penuh suka cita. Tradisi pertama yang dilakukan penduduk muslim India adalah memasak makanan khas India untuk berbuka puasa. Salah satu makanan tersebut adalah nombu kanji, yakni bubur nasi yang dimasak bersama daging sapi atau domba serta dilengkapi dengan rempah-rempah, bawang bombay, dan kacang hijau. 

Tradisi unik kedua di India adalah membersihkan diri. Membersihkan diri di sini maksudnya pada akhir bulan Sya’ban, kaum pria akan mengenakan pakaian tradisi etnis Muslim yang dikenal dengan Kurta atau Salwa-Kameez. Untuk wanita, biasanya diwajibkan untuk membersihkan rumah agar dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih nyaman dan fokus. 

  1. Maroko 

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, biasanya wilayah Maroko akan dipenuhi oleh nafar, yakni seorang penyiar yang mengenakan pakaian tradisional gandora, sandal, dan topi. Sang Nafar akan mengumandangkan melodinya sembari berjalan-jalan sebagai pengingat bahwa waktu sahur telah tiba. 

Nah, jika Nafar sebagai penanda waktu sahur, Maroko juga memiliki meriam khusus yang digunakan untuk menandai waktu buka. Meriam ini kerap disebut dengan Zokawa. 

Selanjutnya, sama seperti di Indonesia yang menghadirkan makanan manis sebagai pembuka, Maroko juga memiliki makanan manis yang disajikan saat berbuka puasa seperti kurma, sup tomat, ataupun permen sellou dan chebakia. 

  1. Roma, Italia 

Penduduk muslim di Roma, Italia memiliki tradisi unik berupa kegiatan menyambut Ramadhan dengan menyanyikan lagu-lagu tradisional untuk menandai awal dan berakhirnya bulan puasa. 

Tak hanya itu, setiap hari di bulan puasa biasanya mereka akan membentuk barisan di berbagai jalan untuk memainkan lodra, yakni drum buatan rumah yang berlapis kulit kambing atau domba. 

  1. Pakistan

Tradisi unik selanjutnya datang dari negara Pakistan yang dikenal dengan nama Chand Raat. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh wanita-wanita di Pakistan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Chand Raat dilakukan ketika hilal sudah terlihat di langit yang menjadi tanda berakhirnya bulan puasa. Tradisi Chand Raat sendiri merupakan tradisi berupa perayaan pada hari terakhir puasa yaitu para wanita akan membeli gelang warna-warni serta melukis tangan mereka dengan Henna atau pacar. 

  1. Irak 

Irak memiliki tradisi unik tersendiri saat menyambut bulan Ramadhan, yakni sekelompok laki-laki akan melakukan permainan tradisional yang disebut dengan Mheibes. Permainan ini biasanya akan dilakukan setelah berbuka puasa dengan melibatkan dua kelompok yang terdiri dari 40 hingga 250 pemain. 

Cara bermainnya pun unik, salah seorang pemain harus menyembunyikan cincin dan pemain lawan harus menentukan siapa dari kelompok tersebut yang membawa cincin. Serunya lagi, saat menebak lawan hanya diperbolehkan menggunakan bahasa tubuh. 

Itulah tradisi unik dari berbagai negara dalam menyambut bulan Ramadhan. Namun, selain menyambut Ramadhan dengan ramai dan suka cita, sebagai umat muslim kita tidak boleh melupakan kewajiban-kewajiban yang menjadi keutamaan di bulan puasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

Sigma Siaga

Online

Sigma Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top