Nabi Idris AS: Ketika Ilmu Menjadi Jalan Mendekat pada Allah
Di antara para nabi, Nabi Idris AS dikenal sebagai sosok yang dekat dengan ilmu . Ia adalah manusia pertama yang gemar menulis, belajar, dan mengajarkan pengetahuan kepada kaumnya. Di masa ketika keterikatan dan kesesatan merajalela, Nabi Idris AS justru menjadikan ilmu sebagai cahaya penerang kehidupan.
Beliau mengajarkan manusia membaca tanda-tanda kebesaran Allah, menulis untuk menjaga ilmu agar tidak hilang, serta menggunakan pengetahuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ilmu, bagi Nabi Idris AS, bukan alat kesombongan, melainkan sarana ibadah dan jalan menuju ketakwaan.
Dari gambarannya, kita belajar bahwa mencari ilmu adalah perjalanan spiritual. Setiap huruf yang dipelajari dengan niat yang lurus, menjadi langkah kecil menuju kedekatan dengan Allah.
Allah ﷻ mengabadikan kemuliaan Nabi Idris AS dalam QS. Maryam: 56–57 :
“Dan ceritakanlah (wahai Muhammad) kisah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat dibenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ketinggian derajat Nabi Idris AS tidak lepas dari keilmuan, kejujuran, dan amal salehnya. Islam memandang ilmu sebagai jalan kemuliaan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Ilmu yang diamalkan akan mengangkat derajat seseorang, sebagaimana Allah mengangkat derajat Nabi Idris AS.
Oleh karena itu, mendukung pendidikan dan dakwah sejatinya adalah menanam investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir.
Hari ini, masih banyak anak-anak dan generasi muda yang ingin belajar, namun terhalang keterbatasan. Didalamnya peran kita dibutuhkan.
Ayo dukung pendidikan dan dakwah sebagai amal jariyah.
Karena setiap ilmu yang mereka pelajari, setiap kebaikan yang lahir darinya, akan menjadi pahala yang terus mengalir bahkan ketika kita telah tiada.


