Apa Hukum Puasa di Bulan Sya’ban? Ini Penjelasan Hadisnya
Menjelang Ramadhan, banyak umat Islam mulai meningkatkan ibadah. Namun tak jarang muncul pertanyaan yang mengganjal di hati: bolehkah berpuasa di bulan Sya’ban? Ada yang ragu karena khawatir salah, ada pula yang takut ibadahnya tidak sesuai tutunan.
Keraguan ini tidak wajar. Sebab kita ingin beribadah dengan tenang, tidak berlebihan, namun juga tidak melewatkan sunnah Rasulullah ﷺ. Maka memahami hukum puasa di bulan Sya’ban menjadi penting, agar langkah ibadah kita berdiri di atas ilmu.
Dalam HR. Muslim , Aisyah radhiyallahu ‘anha menonton:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa seb ulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah selain di bulan Sya’ban.”
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa puasa di bulan Sya’ban hukumnya sunnah, bahkan sangat dianjurkan, terutama bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa sunnah.
Para ulama menjelaskan:
-
Puasa Sya’ban diperbolehkan dan dianjurkan,
-
Tidak dimakruhkan selama tidak diniatkan sebagai puasa wajib Ramadhan,
-
Menjadi bentuk persiapan fisik dan ruhani sebelum Ramadhan.
Dengan demikian, puasa Sya’ban bukan hanya boleh, tetapi merupakan teladan langsung dari Rasulullah ﷺ sebagai bentuk kecintaannya pada ibadah sebelum bulan suci.
Ibadah yang mantap lahir dari niat yang lurus dan hati yang peduli.
Mari mantapkan niat ibadah di bulan Sya’ban dengan memperbanyak kebaikan dan berbagi. Bersama Yayasan Sigma , jadikan puasa dan sedekah sebagai langkah nyata menyambut Ramadhan dengan iman yang lebih kuat.



