Hutan yang Terluka, Bumi yang Menangis: Mengapa Kita Harus Peduli?
Ketika satu demi satu pohon ditebang, mungkin dampaknya tidak langsung terasa. Namun perlahan, tanda-tandanya muncul. Banjir datang lebih cepat dari biasanya. Udara terasa semakin panas. Sumber air mengering, dan tanah kehilangan daya topangnya.
Banyak masyarakat—terutama yang hidup sederhana menjadi pihak pertama yang merasakan akibatnya. Sawah rusak, rumah terendam, dan penghidupan terganggu. Ironisnya, tidak semua menyadari bahwa hutan adalah penyangga utama kehidupan di bumi. Saat hutan terluka, bumi pun seakan menangis.
Islam memandang alam sebagai amanah yang harus dijaga, bukan dieksploitasi tanpa batas. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-A’raf: 56:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya; dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap…”
Ayat ini menjadi peringatan tegas bahwa merusak alam bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan iman dan tanggung jawab moral. Menjaga hutan berarti menjaga keseimbangan ciptaan Allah dan melindungi kehidupan manusia itu sendiri.
Mengapa Hutan Begitu Penting?
Hutan memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan hidup:
-
Mengatur iklim dan kualitas udara
-
Menjaga ketersediaan air bersih
-
Mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor
-
Menjadi rumah bagi jutaan makhluk hidup
Ketika hutan rusak, dampaknya tidak hanya pada alam, tetapi juga pada kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi mendatang.
Menjaga Alam adalah Bagian dari Ibadah
Peduli lingkungan bukan tren sesaat, melainkan bagian dari ketaatan. Setiap upaya menjaga bumi sekecil apa punadalah bentuk syukur atas nikmat Allah. Menanam pohon, mengurangi kerusakan, dan mendukung pelestarian alam adalah amal yang manfaatnya dirasakan lintas generasi.
Mari jaga bumi dengan aksi nyata.
Salurkan donasi untuk program pelestarian lingkungan dan penghijauan. Bersama, kita bisa membantu memulihkan hutan, menjaga bumi, dan mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita.




