Tahajud

Tahajud: Saat Sunyi yang Penuh Doa dan Harapan

Tahajud: Saat Sunyi yang Penuh Doa dan Harapan

Malam telah larut. Kota yang siang tadi ramai kini mulai sunyi. Lampu-lampu rumah perlahan dipadamkan, dan sebagian besar manusia terlelap dalam tidurnya. Namun, di salah satu sudut rumah sederhana, seorang hamba terbangun.

Dengan mata yang masih berat, ia bangkit dari tempat tidurnya. Ia mengambil air wudhu, merasakan dinginnya air yang menyentuh kulit, lalu berdiri di atas sajadah. Tidak ada suara selain detak jam dan hembusan angin malam.

Di sepertiga malam yang sunyi itu, ia menundukkan kepala dalam sujud. Tanpa sorotan, tanpa tepuk tangan, tanpa pujian manusia. Hanya ada dirinya dan Allah.

Doanya mengalir pelan. Ia menceritakan kegelisahan, harapan, rasa takut, dan impiannya. Anehnya, di tengah sunyi itu, hatinya justru terasa lebih hidup. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan, seakan ia sedang berbicara langsung dengan Sang Pemilik segala urusan.

Di saat itulah, ia merasa paling dekat dengan Allah.

Allah memuliakan waktu malam sebagai waktu khusus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam QS. Al-Isra: 79, Allah berfirman:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Ayat ini menunjukkan bahwa tahajud bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Ia adalah jalan menuju kedekatan dengan Allah, bahkan menjadi sebab diangkatnya derajat seorang hamba.

Malam adalah waktu yang istimewa. Di saat manusia tertidur, doa yang dipanjatkan dengan tulus memiliki keheningan dan kekhusyukan yang berbeda. Karena itulah, banyak doa para hamba yang dikabulkan di waktu tahajud.

Sering kali kita merasa jauh dari ketenangan. Siang hari dipenuhi kesibukan, tekanan pekerjaan, dan berbagai masalah hidup. Kita ingin berdoa, tetapi waktu terasa sempit dan pikiran sulit fokus.

Tahajud mengajarkan kita untuk menyediakan waktu khusus bagi Allah. Bukan di tengah keramaian, tetapi di tengah sunyi. Di saat tidak ada yang melihat, di situlah keikhlasan benar-benar diuji.

Mungkin kita belum bisa bangun setiap malam. Mungkin hanya sekali atau dua kali dalam seminggu. Namun, langkah kecil itu bisa menjadi awal perubahan besar dalam hidup.

Tahajud

 

Sebab, banyak perubahan besar justru lahir dari doa-doa sunyi yang dipanjatkan di sepertiga malam.

Lengkapi doa malammu dengan amal nyata.
Setelah menengadahkan tangan dalam tahajud, mari wujudkan doa itu dalam bentuk kebaikan. Salurkan donasi untuk membantu sesama, agar harapan kita tidak hanya menjadi doa, tetapi juga menjadi manfaat bagi orang lain.

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top