Kita Sering Bilang “Nanti”, Seolah Umur Punya Tombol Repeat
“Nanti saja.”
Dua kata sederhana yang sering kita ucapkan. Nanti belajar Al-Qur’an, nanti memperbaiki shalat, nanti bersedekah, nanti meminta maaf, nanti berubah menjadi lebih baik.
Kita menjalani hari seolah hari esok pasti datang dengan kesempatan yang sama. Padahal, tidak ada yang menjamin kita akan bertemu dengan esok.
Seorang pemuda yang sering menunda akhirnya tersadar setelah kehilangan seseorang yang ia sayangi. Ada kesempatan yang ternyata tidak bisa diulang.
Sejak saat itu, ia belajar menghargai hari ini. Karena umur tidak punya tombol repeat, dan kesempatan yang terlewat belum tentu kembali.
Allah SWT berfirman:
“Dan setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun…”
(QS. Al-A’raf: 34)
Allah SWT juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara…”
(HR. Al-Hakim)
Kebaikan yang Sering di Tunda:
- Memperbaiki shalat dan ibadah.
- Membaca Al-Qur’an.
- Bersedekah dan membantu sesama.
- Meminta maaf dan memperbaiki hubungan.
- Meninggalkan kebiasaan buruk.
- Mengucapkan terima kasih kepada orang yang berjasa.
- Berbuat baik selagi masih memiliki kesempatan.
Pelajaran Penting
Jangan terlalu sering berkata “nanti” untuk kebaikan.
Waktu terus berjalan, usia terus berkurang, dan kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Jika hari ini Allah masih memberikan kita napas, mungkin itulah kesempatan untuk kembali dan memperbaiki diri.
Jangan tunggu nanti untuk berbuat baik.
Mari wujudkan kebaikan hari ini bersama Yayasan SIGMA. Salurkan donasi terbaik untuk membantu yatim dan dhuafa mendapatkan pendidikan, kebutuhan pokok, serta kehidupan yang lebih layak.
Sebab kita tidak pernah tahu, kebaikan hari ini mungkin menjadi bekal paling berarti di akhirat.




