Menanam

Menanam, Menunggu, dan Bersyukur: Apa yang Islam Ajarkan dari Sebuah Benih?

Menanam, Menunggu, dan Bersyukur: Apa yang Islam Ajarkan dari Sebuah Benih?

Sebuah benih tidak langsung menjadi pohon.

Ia ditanam, tertutup tanah, disiram, lalu menunggu. Dari luar, seolah tidak ada yang terjadi. Padahal, di dalam tanah, akar sedang tumbuh dan kehidupan sedang dimulai.

Begitu pula perjalanan manusia.

Kita sering ingin melihat hasil secepat mungkin. Ingin doa segera terkabul, usaha langsung berhasil, dan kebaikan segera mendapatkan balasan.

Padahal, ada fase dalam hidup ketika tugas kita bukan melihat hasil, tetapi terus menanam dan percaya pada proses.

Petani tidak membongkar tanah setiap hari hanya untuk memastikan benihnya tumbuh. Ia menyiram, merawat, lalu bersabar.

Dari sebuah benih, kita belajar bahwa tidak semua pertumbuhan harus terlihat untuk menjadi nyata.

Allah SWT berfirman:

“Dan tidaklah kamu menginfakkan sesuatu, melainkan Dia akan menggantinya.”
(QS. Saba’: 39)

Allah SWT juga memberikan perumpamaan tentang orang yang berinfak:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman, lalu tanaman itu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran dari Sebuah Benih

– Menanam mengajarkan ikhtiar.
Kebaikan harus dimulai, meskipun hasilnya belum terlihat.

-Menunggu mengajarkan sabar.
Tidak semua hal bisa dipaksa hadir sesuai waktu yang kita inginkan.

-Merawat mengajarkan tanggung jawab.
Sesuatu yang telah dimulai perlu dijaga agar dapat berkembang.

-Memanen mengajarkan syukur.
Ketika hasil akhirnya datang, kita sadar bahwa semua proses tersebut tidak sia-sia.

Menanam

 

Renungan

Mungkin saat ini kamu sedang berada di fase menanam.

Belum melihat hasil dari kerja keras.
>Belum mendapatkan jawaban dari doa.
>Belum merasakan perubahan dari kebaikan yang dilakukan.

Jangan buru-buru menganggap semuanya sia-sia.

Bisa jadi, Allah sedang menumbuhkan sesuatu di tempat yang belum mampu kamu lihat.

Tugas kita adalah menanam kebaikan, merawatnya dengan ikhlas, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Setiap kebaikan yang kita tanam hari ini berpotensi menjadi manfaat bagi banyak orang.

Mari wujudkan kebaikan bersama Yayasan SIGMA.

Salurkan donasi terbaik untuk mendukung program pendidikan, pangan, pemberdayaan, serta berbagai program sosial bagi yatim dan dhuafa.

Tanamlah kebaikan hari ini. Bisa jadi, buahnya bukan hanya dirasakan oleh orang lain, tetapi juga menjadi bekal yang kita temui di akhirat.

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top