Berbeda Bahasa, Tetap Satu dalam Kebaikan: Islam tentang Menghargai Perbedaan
Di satu tempat, orang-orang berbicara dengan bahasa yang berbeda.
Ada yang menggunakan bahasa daerah, ada yang terbiasa dengan bahasa nasional, ada pula yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.
Cara berbicara mereka tidak sama. Tradisi mereka beragam. Kebiasaan mereka pun tidak selalu serupa.
Namun ketika seseorang membutuhkan pertolongan, perbedaan itu tiba-tiba tidak lagi menjadi penghalang.
Satu orang memberikan makanan.
Yang lain membantu mengangkat barang.
Ada yang menemani seseorang yang sedang kesulitan.
Tanpa perlu berbicara dengan bahasa yang sama, kebaikan tetap bisa dipahami.
Karena pada akhirnya, kepedulian memiliki bahasa yang universal.

Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Perbedaan merupakan bagian dari ketetapan Allah. Keberagaman bukan alasan untuk saling merendahkan, tetapi kesempatan untuk saling mengenal, memahami, dan menghormati.
Allah SWT juga berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)
Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Menghargai Perbedaan?
- Tidak merendahkan bahasa, budaya, maupun latar belakang seseorang.
- Mau mendengarkan sebelum memberikan penilaian.
- Tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
- Menghormati orang lain selama tidak mengorbankan prinsip agama.
- Berlomba menghadirkan manfaat, bukan berlomba merasa paling unggul.
Renungan
Kita mungkin berbeda cara berbicara, berbeda kebiasaan, bahkan berbeda latar belakang.
Tetapi dalam urusan kebaikan, kita bisa berjalan bersama.
Tidak perlu menunggu semua orang menjadi sama untuk saling membantu.
Sebab dunia tidak membutuhkan manusia yang semuanya seragam.
Dunia membutuhkan lebih banyak manusia yang mau saling menghargai dan menghadirkan kebaikan.
Kebaikan tidak membutuhkan bahasa yang sama untuk bisa dirasakan.
Mari wujudkan kebaikan bersama Yayasan SIGMA.
Salurkan donasi terbaik untuk membantu yatim dan dhuafa melalui program pendidikan, pangan, santunan, pemberdayaan, serta aksi sosial kemanusiaan.
Berbeda latar belakang, berbeda cerita, tetapi kita bisa dipertemukan oleh satu hal: keinginan untuk memberi manfaat.



