AI Semakin Canggih, Manusia Harus Semakin Bijak
Seorang pelajar duduk di depan laptopnya, menatap layar dengan penuh harap. Tugas sekolah yang menumpuk membuatnya merasa lelah. Suatu hari, ia mencoba menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk membantunya memahami pelajaran.
Awalnya, ia hanya ingin mencari penjelasan yang lebih mudah dipahami. Namun, ia mulai menyadari sesuatu. Dengan AI, tugasnya bisa selesai lebih cepat. Jawaban terasa instan, dan pekerjaan yang biasanya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
Di titik itulah ia mulai bertanya pada dirinya sendiri: apakah teknologi ini membantuku belajar, atau justru membuatku malas berpikir?
Sejak saat itu, ia mencoba menggunakan AI dengan cara yang berbeda. Bukan untuk menyalin jawaban, tetapi untuk memahami materi, mencari penjelasan tambahan, dan melatih cara berpikirnya. Ia menyadari bahwa teknologi hanyalah alat yang menentukan baik atau buruknya adalah cara manusia menggunakannya.
Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan akal, ilmu, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Isra: 36:
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap langkah harus didasari ilmu dan kesadaran. Dalam konteks teknologi, termasuk AI, manusia dituntut untuk bijak, tidak asal mengikuti, dan tidak menggunakan sesuatu tanpa pemahaman yang benar.
Teknologi bisa menjadi jalan kebaikan, tetapi juga bisa membawa kerugian jika digunakan tanpa tanggung jawab.
AI semakin canggih, informasi semakin cepat, dan pekerjaan terasa semakin mudah. Namun, kemudahan itu juga membawa ujian baru: apakah kita tetap berpikir, belajar, dan bertanggung jawab, atau justru tergoda mencari jalan pintas?
Teknologi tidak menggantikan manusia. Justru, ia menuntut manusia menjadi lebih bijak, lebih berilmu, dan lebih berakhlak.
Pelajar yang bijak bukanlah yang hanya menyelesaikan tugas dengan cepat, tetapi yang benar-benar memahami ilmu yang dipelajari. Begitu pula dengan masyarakat secara luas kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kematangan karakter dan literasi digital.
Mari wujudkan generasi yang cerdas teknologi dan kuat akhlaknya.
Dukung program literasi digital dan pendidikan teknologi bagi generasi muda melalui donasi, agar mereka mampu menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.




