Damai Bukan Berarti Tidak Punya Masalah, Tapi Tahu kepada Siapa Harus Berserah
Ada orang yang terlihat baik-baik saja, padahal di balik senyumnya ada banyak hal yang sedang ia pikirkan.
Pekerjaan belum selesai. Keuangan sedang tidak stabil. Hubungan dengan orang terdekat sedang diuji. Rencana yang sudah disusun pun belum berjalan sesuai harapan.
Namun, di tengah semua itu, ia tetap bisa tidur dengan hati yang lebih tenang.
Bukan karena masalahnya sudah selesai.
Ia hanya mulai memahami bahwa tidak semua hal harus ia kendalikan sendiri.
Ada Allah yang mengetahui apa yang tidak mampu ia lihat. Ada Allah yang mendengar doa yang bahkan sulit ia ungkapkan dengan kata-kata.
Sejak itu, ketika masalah datang, ia tidak lagi hanya bertanya, “Bagaimana aku menyelesaikan semuanya?”
Ia mulai berkata:
“Ya Allah, aku akan berusaha semampuku. Selebihnya, aku serahkan kepada-Mu.”
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Allah SWT juga berfirman:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
(QS. At-Talaq: 3)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi)
Apa Arti Berserah kepada Allah?
Berserah bukan berarti berhenti berusaha.
Tawakal adalah melakukan ikhtiar terbaik, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
- Kerjakan apa yang memang menjadi tanggung jawab kita.
- Berdoa ketika menghadapi sesuatu yang sulit.
- Jangan memaksakan sesuatu di luar kemampuan.
- Percayakan hasil kepada Allah.
- Tetap berprasangka baik ketika kenyataan tidak sesuai harapan.
Renungan
Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi dalam hidup.
Tetapi kita bisa memilih kepada siapa kita menggantungkan hati ketika semuanya terasa berat.
Masalah mungkin masih ada. Jawaban mungkin belum datang. Jalan keluar mungkin belum terlihat.
Namun ketika hati tahu bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang berusaha dan bertawakal, kita tidak lagi menghadapi semuanya sendirian.
Ketenangan bukan tentang hidup tanpa masalah. Ketenangan adalah ketika hati tahu kepada siapa ia harus kembali.
Jika Allah masih memberi kita ruang untuk berusaha, mari gunakan kesempatan itu untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Mari wujudkan kebaikan bersama Yayasan SIGMA.
Salurkan donasi terbaik untuk membantu yatim dan dhuafa melalui program pendidikan, pangan, santunan, serta berbagai aksi sosial kemanusiaan.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan semua masalah dunia, tetapi kita bisa menjadi bagian dari solusi bagi seseorang yang sedang membutuhkannya.


