Hati

Hati-Hati, Ada Dosa yang Sering Dilakukan di Media Sosial

Hati-Hati, Ada Dosa yang Sering Dilakukan di Media Sosial

Seorang pemuda membuka media sosial hanya untuk mengisi waktu luang. Awalnya ia sekadar melihat unggahan teman-temannya. Namun tanpa sadar, ia mulai ikut menyebarkan berita yang belum tentu benar, menuliskan komentar yang menyakitkan, bahkan membagikan aib orang lain karena dianggap lucu.

Semua itu terasa sepele. Tidak ada yang menegur, tidak ada yang marah secara langsung. Hingga suatu hari ia mendengar sebuah kajian yang mengingatkannya bahwa setiap kata yang ditulis dan setiap konten yang dibagikan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Saat itulah ia menyadari bahwa jejak digital bukan hanya tersimpan di internet, tetapi juga tercatat sebagai amal di sisi Allah.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu.”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Allah SWT juga berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(QS. Qaf: 18)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hati
Dosa yang Sering Terjadi di Media Sosial:
  • Menyebarkan berita tanpa tabayyun (klarifikasi).
  • Ghibah (membicarakan keburukan orang lain).
  • Fitnah dan menyebarkan informasi yang tidak benar.
  • Menghina, mencela, atau melakukan perundungan (cyberbullying).
  • Membuka aib orang lain demi mendapatkan perhatian atau hiburan.
  • Pamer (riya’) agar dipuji manusia.
  • Menghabiskan waktu berlebihan hingga melalaikan ibadah.
Pelajaran Penting:
  • Media sosial adalah nikmat yang bisa menjadi ladang pahala atau ladang dosa.
  • Setiap unggahan, komentar, dan pesan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
  • Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, inspirasi, dan kebaikan.
  • Sebelum mengetik atau membagikan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah ini diridhai Allah?”

Mari jadikan jejak digital kita sebagai jejak kebaikan yang bernilai ibadah.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui Yayasan SIGMA untuk mendukung program pendidikan, pembinaan akhlak, serta bantuan bagi yatim dan dhuafa. Semoga setiap kebaikan yang kita sebarkan, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat.

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top