Malam

Ketika Malam Isra Mi’raj Tiba, Malam Penuh Cahaya

Ketika Malam Isra Mi’raj Tiba, Malam Penuh Cahaya

Malam Isra Mi’raj bukanlah malam biasa. Ia hadir di tengah fase berat kehidupan Rasulullah ﷺ saat duka, penolakan, dan luka batin pengorbanan perjuangan dakwah. Namun justru pada malam itulah Allah menampilkan tanda-tanda kebesaran-Nya ya

ng luar biasa.

Dalam satu malam, Rasulullah ﷺ diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu diangkat ke Sidratul Muntaha. Sebuah perjalanan yang melampaui logika manusia, namun penuh cahaya keimanan. Isra Mi’raj mengajarkan bahwa setelah kesulitan, selalu ada penyampaian derajat dan setelah gelap, selalu ada terang yang menuntun.

Malam ini menjadi pengingat bahwa cahaya Allah tidak pernah padam, bahkan ketika dunia terasa gelap. Harapan selalu ada bagi siapa pun yang bersandar kepada-Nya.

Malam

Allah ﷻ berfirman dalam QS. An-Nur: 35 :

“Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

Ayat ini menegaskan bahwa segala petunjuk, ketenangan, dan arah hidup bersumber dari cahaya Allah. Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang menghadirkan perintah shalat sebagai cahaya utama dalam kehidupan seorang mukmin.

Shalat menjadi jembatan antara hamba dan Rabb-nya, penenang jiwa, serta sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan. Melalui Isra Mi’raj, Allah mengajarkan bahwa cahaya iman harus dijaga agar hati tetap hidup dan langkah tetap terarah.

Di malam penuh cahaya ini, mari kita tidak hanya mengenangnya, tapi juga menghidupkannya dengan amal nyata. Jadikan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk menyalakan cahaya kebaikan melalui doa, kepedulian, dan sedekah.

Sebarkan cahaya kebaikan hari ini.
Karena satu kebaikan yang kita nyalakan, bisa menjadi terang bagi banyak kehidupan.

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top