Melawan

Melawan Arus FOMO (Fear of Missing Out) dengan Konsep Qana’ah

Melawan Arus FOMO (Fear of Missing Out) dengan Konsep Qana’ah

Di era media sosial, kehidupan orang lain sering terlihat begitu sempurna. Ada yang membagikan liburan mewah, karier yang cemerlang, barang-barang terbaru, hingga pencapaian yang mengagumkan. Tanpa disadari, semua itu bisa membuat seseorang merasa tertinggal dan mempertanyakan nilai dirinya sendiri.

Hal itulah yang dialami seorang mahasiswa. Setiap kali membuka media sosial, ia merasa hidupnya belum cukup baik. Ia mulai membandingkan pencapaiannya dengan orang lain hingga kehilangan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

Suatu hari, ia mengikuti sebuah kajian tentang qana’ah, yaitu sikap merasa cukup dengan rezeki yang Allah anugerahkan tanpa berhenti berusaha. Dari situlah ia menyadari bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial adalah gambaran utuh kehidupan seseorang. Ia pun mulai mengurangi kebiasaan membandingkan diri, lebih banyak bersyukur, dan fokus memperbaiki kualitas dirinya. Perlahan, hati yang sebelumnya gelisah berubah menjadi lebih tenang dan lapang.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia…”
(QS. Taha: 131)

Allah SWT juga berfirman:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.”
(HR. Muslim)

Cara Melawan FOMO dengan Qana’ah
  • Perbanyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan setiap hari.
  • Hindari kebiasaan membandingkan rezeki dan pencapaian dengan orang lain.
  • Gunakan media sosial secara bijak dan batasi waktu penggunaannya.
  • Fokus memperbaiki diri daripada mencari pengakuan dari orang lain.
  • Yakin bahwa setiap orang memiliki takdir, ujian, dan waktu terbaik yang telah Allah tetapkan.
Pelajaran Penting
  • Tidak semua yang terlihat di media sosial mencerminkan kenyataan.
  • Qana’ah bukan berarti berhenti berusaha, tetapi merasa cukup sambil terus berikhtiar.
  • Kebahagiaan lahir dari hati yang bersyukur, bukan dari banyaknya harta atau pujian.
  • Ridha terhadap ketetapan Allah membuat hidup lebih tenang dan bermakna.
  • Fokus pada perjalanan diri sendiri akan membawa hati lebih damai daripada terus membandingkan hidup dengan orang lain.
Pesan UtamaMelawan

Jangan biarkan FOMO menguasai hati hingga membuat kita lupa menikmati nikmat yang telah Allah berikan. Ukuran kebahagiaan bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa besar rasa syukur dan qana’ah yang ada di dalam hati. Saat hati dipenuhi rasa cukup, hidup akan terasa lebih ringan, damai, dan penuh keberkahan.

Mari alihkan fokus dari mengejar apa yang dimiliki orang lain menjadi berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Salurkan donasi terbaik Anda untuk membantu yatim dan dhuafa, agar rezeki yang Allah titipkan menjadi sumber keberkahan dan menghadirkan harapan, senyuman, serta masa depan yang lebih baik bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top