Scroll TikTok Berjam-Jam, Kapan Scroll Al-Qur’an?
“Hanya lima menit.”
Kalimat itu sering terucap ketika seorang mahasiswa membuka TikTok setelah menyelesaikan tugas kuliahnya. Ia hanya ingin melihat satu atau dua video untuk melepas penat. Namun tanpa disadari, lima menit berubah menjadi satu jam, lalu dua jam. Ketika melihat jam, hari sudah larut malam.
Saat hendak tidur, ia teringat bahwa hari itu ia belum membaca Al-Qur’an sama sekali. “Besok saja,” pikirnya.Keesokan harinya, kebiasaan yang sama kembali terulang.
Suatu hari, ia membuka fitur Screen Time di ponselnya. Angka yang muncul membuatnya terdiam. Lebih dari tiga jam setiap hari dihabiskan untuk media sosial. Ia pun bertanya pada dirinya sendiri, “Kalau aku punya waktu berjam-jam untuk scroll TikTok, mengapa begitu sulit meluangkan 10 menit untuk membaca firman Allah?”
Sejak hari itu, ia membuat satu aturan sederhana: tidak membuka media sosial sebelum membaca Al-Qur’an, meski hanya satu halaman atau beberapa ayat. Awalnya terasa berat. Namun setelah beberapa minggu, ia mulai merasakan perubahan. Hatinya lebih tenang, pikirannya lebih jernih, dan waktu yang dimilikinya terasa lebih berkah.
Ia menyadari bahwa bukan media sosial yang salah, tetapi prioritasnya yang perlu diperbaiki.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.”
(QS. Al-Isra: 9)
Allah SWT juga berfirman:
“Dan bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu…”
(QS. Al-Kahfi: 27)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim)
Di era digital, media sosial bisa menjadi sarana belajar, berdakwah, bahkan mencari rezeki. Namun, jika penggunaannya membuat kita lalai dari Al-Qur’an dan ibadah, maka sudah saatnya kita mengevaluasi kembali bagaimana kita mengelola waktu.
Cara Menyeimbangkan Media Sosial dan Al-Qur’an
- Bacalah Al-Qur’an sebelum membuka TikTok, Instagram, atau media sosial lainnya.
- Tetapkan target tilawah harian, meski hanya 10–15 menit atau satu halaman.
- Gunakan aplikasi Al-Qur’an digital dan manfaatkan waktu luang untuk membaca atau mendengarkan murattal.
- Aktifkan fitur pembatas waktu (screen time) agar penggunaan media sosial lebih terkendali.
- Ikuti akun yang menyebarkan ilmu, motivasi Islami, dan konten yang bermanfaat.
- Jadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi sebelum mencari hiburan di dunia digital.
Pelajaran Penting
- Waktu adalah nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
- Media sosial boleh digunakan, tetapi jangan sampai mengalahkan waktu untuk beribadah.
- Tilawah yang sedikit namun istiqamah lebih dicintai daripada banyak tetapi jarang dilakukan.
- Semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin mudah hati membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang hanya menghabiskan waktu.
- Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan menjauhkan kita dari-Nya.
Pesan Utama
Tidak ada yang salah dengan menikmati hiburan dan menggunakan media sosial. Namun, jangan sampai kita hafal ratusan video pendek, sementara sudah berhari-hari tidak membuka mushaf Al-Qur’an.
Jika hari ini kita bisa meluangkan waktu berjam-jam untuk menggulir layar, tentu kita juga mampu menyediakan beberapa menit untuk membaca firman Allah. Karena setiap huruf Al-Qur’an yang kita baca bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi investasi pahala yang akan menemani hingga akhirat.
Masih banyak saudara kita yang ingin membaca Al-Qur’an, tetapi belum memiliki mushaf yang layak atau akses untuk mempelajarinya.
Mari menjadi bagian dari penyebar cahaya Al-Qur’an. Salurkan donasi terbaik Anda melalui Yayasan SIGMA untuk mendukung program Wakaf Al-Qur’an, pendidikan yatim, pembinaan generasi Qur’ani, dan dakwah di berbagai pelosok. Semoga setiap huruf yang mereka baca menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para dermawan.




