Yang Kamu Kejar Tiap Hari, Benarkah Itu yang Akan Kamu Bawa Mati?
Setiap pagi kita bangun dengan target: mengejar deadline, karier, uang, popularitas, hingga pengakuan orang lain.
Hari demi hari berlalu. Kita sibuk mengejar sesuatu yang dianggap membuat hidup lebih berarti.
Tapi pernahkah kita bertanya:
“Kalau hari ini adalah hari terakhirku, apakah semua yang aku kejar ini benar-benar akan ikut bersamaku?”
Harta akan ditinggalkan. Jabatan akan berpindah. Popularitas akan berlalu.
Yang tersisa adalah amal.
Maka mungkin pertanyaannya bukan lagi, “Seberapa banyak yang berhasil aku dapatkan?” tetapi “Seberapa banyak kebaikan yang berhasil aku bawa menghadap Allah?”
Allah SWT berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, berbangga-bangga di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan…”
(QS. Al-Hadid: 20)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Yang mengikuti mayit ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua kembali dan satu tetap bersamanya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Apa yang Akan Kita Bawa?
- Harta akan ditinggalkan.
- Jabatan akan berpindah.
- Popularitas akan berlalu.
- Penampilan akan berubah.
- Amal saleh menjadi bekal.
- Sedekah dan kebaikan menjadi investasi akhirat.
Pelajaran Penting
Bukan berarti kita harus meninggalkan dunia. Kita tetap boleh bekerja, mengejar karier, mencari rezeki, dan memiliki cita-cita.
Namun, jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat kita lupa mempersiapkan bekal akhirat.
Kejar dunia secukupnya, kejar akhirat sebaik-baiknya.
Kalau hari ini Allah masih memberikan kita kesempatan, jangan biarkan ia berlalu tanpa kebaikan.
Mari wujudkan kebaikan bersama Yayasan SIGMA. Salurkan donasi terbaik untuk membantu yatim dan dhuafa mendapatkan pendidikan, kebutuhan pokok, dan kehidupan yang lebih layak.
Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang kita miliki yang akan menemani kita, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan.



