Bacaan Niat Puasa Sya’ban Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Keinginan untuk berpuasa sunnah di bulan Sya’ban sering kali hadir bersama satu keraguan kecil: apakah niatnya sudah benar? Banyak yang ingin meneladani Rasulullah ﷺ, namun masih ragu dengan bacaan niat dan keutamaannya.
Padahal, puasa sunnah tidak harus rumit. Yang terpenting adalah niat di dalam hati dan pemahaman yang benar agar ibadah terasa lebih tenang dan bermakna.

Dalam HR. An-Nasa’i, diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa sunnah di bulan ini sebagai persiapan menyambut Ramadhan.
Puasa Sya’ban menjadi latihan keikhlasan, pengendalian diri, dan kesiapan ruhani. Ia bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menguatkan hubungan dengan Allah sebelum memasuki bulan penuh rahmat.
Bacaan Niat Puasa Sya’ban
Berikut bacaan niat puasa sunnah Sya’ban:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
Aku berniat puasa sunnah Sya’ban esok hari karena Allah Ta‘ala.
Niat ini cukup diucapkan dalam hati, dan boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan. Yang terpenting, niat dilakukan sebelum fajar atau bahkan di siang hari selama belum makan dan minum, sebagaimana puasa sunnah pada umumnya.
Keutamaan Puasa Sya’ban
Puasa sunnah di bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
-
Meneladani sunnah Rasulullah ﷺ,
-
Menjadi persiapan fisik dan mental sebelum Ramadhan,
-
Menghidupkan bulan yang sering dilalaikan manusia.
Dengan puasa Sya’ban, kita belajar mencintai ibadah secara bertahap dan konsisten.
Puasa yang baik akan semakin sempurna jika diiringi kepedulian.
Mari lengkapi ibadah puasa Sya’ban dengan membantu mereka yang membutuhkan. Bersama Yayasan Sigma, jadikan puasa dan sedekah sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sesama.

