Memahami Perbedaan Idul Adha dan Idul Fitri

Belum lama ini kita merayakan hari raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal 1443 H. Nah, sebagai umat muslim kita tentu tahu ya, selain Idul Fitri terdapat Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Idul Adha dan Idul Fitri merupakan hari besar yang dirayakan oleh pemeluk agama islam di seluruh dunia. Lantas, apa perbedaan dari Idul Adha dan Idul Fitri? Mari kita simak penjelasannya. 

  1. Perbedaan Makna 

Tentu saja Idul Adha dan Idul Fitri memiliki makna yang berbeda. Jika Idul Fitri merupakan perayaan dari berakhirnya bulan Ramadhan, Idul Adha merupakan perayaan untuk memperingati qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. 

  1. Takbiran 

Seringkali kita mengira takbiran yang dikumandangkan saat lebaran Idul Fitri dan Idul Adha sama. Namun, ternyata takbiran Idul Fitri lebih pendek dibandingkan yang dengan takbir saat Idul Adha. 

Pada hari raya Idul Fitri takbir dimulai sejak Magrib puasa terakhir hingga sebelum shalat ied dimulai, sedangkan takbir Idul Adha memiliki durasi yang lebih pendek. 

  1. Disunnahkan Makan Setelah Shalat 

Saat Idul Fitri, dianjurkan untuk terlebih dahulu menyantap makanan sebelum mengikuti shalat ied. Sedangkan saat Idul Adha, kita disunnahkan untuk tidak makan hingga akhir khutbah dan kembali ke rumah. 

Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab  menjelaskan menjelaskan alasan kesunnahan tersebut, beliau mengutip pendapat al-Mawardi, penulis kitab al-Hawi al-Kabir, dan Abu al-Khair Yahya Ibnu Salim, penulis kitab al-Bayan. Berikut kutipan al-Nawawi:

Penulis kitab al-Hawi (al-Mawardi) dan al-Bayan (Abu al-Khair) berkata, perbedaan antara keduanya (idul fitri dan idul adha) ialah karena kesunnahan bersedekah pada hari ‘idul fitri sebelum shalat, sebab itu, disunnahkan makan sebelum shalat supaya bersamaan dengan orang-orang miskin. Sementara sedekah pada hari raya qurban, disunnahkan setelah shalat, yaitu penyembelihan kurban, karenanya disunnahkan (makan setelahnya) bersamaan dengan mereka (orang miskin).

  1. Puasa 

Pada tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah umat muslim dianjurkan untuk berpuasa dan melaksanakan amalan baik. Disunnahkan pula untuk menjalankan puasa Arafah dan Tarwiyah. 

Qatadah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yang lalu dan yang akan datang, sedang puasa hari Asyura dapat menghapus dosa tahun yang lalu [HR. Jamaah ahli hadis kecuali al-Bukhari dan at-Tirmidzi].

Sedangkan puasa Ramadhan dilaksanakan selama satu bulan penuh. 

  1. Waktu Melaksanakan Shalat 

Tidak hanya takbirannya saja yang berbeda dari segi durasi, pelaksanaan Idul Adha dan Idul Fitri pun kerap memiliki perbedaan. Jika shalat Idul Adha disunahkan dilaksanakan lebih pagi, sholat Idul Fitri dilaksanakan agak lebih siang. 

Mengakhiri shalat Idul Fitri dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada umat muslim yang belum sempat membayarkan zakatnya, sedangkan mempercepat sholat Idul Adha bermaksud agar dapat langsung melaksanakan penyembelihan qurban. 

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

Sigma Siaga

Online

Sigma Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top