3 Macam Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha

Membicarakan qurban, tentu saja tak lepas dari hari raya Idul Adha yang menjadi hari peringatan akan ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan nabi Ismail sebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT. Nah, sebelum hari raya datang atau tepatnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah disunnahkan untuk berpuasa. 

Disebutkan dalam sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Umar ra. Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).

Apa saja macam-macam puasa tersebut? Yuk, kita simak penjelasannya. 

  1. Puasa Dzulhijjah 

Sepanjang hidupnya, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan amalan Puasa Dzulhijjah. Puasa ini dapat dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah atau lebih tepatnya tanggal 1-7 Dzulhijjah. Dalam sebuah riwayat yang berasal dari Hafshah ra. dia mengatakan:

“Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari setiap bulan, dan shalat 2 rakaat sebelum shalat fajar (subuh).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

  1. Puasa Tarwiyah 

Setelah melaksanakan puasa Dzulhijjah pada tanggal 1 hingga 7, berikutnya terdapat puasa Tarwiyah. Puasa ini merupakan puasa yang dilakukan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Sama seperti puasa sunnah lainnya, puasa Tarwiyah memiliki banyak keutamaan jika dikerjakan dengan baik. 

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muhairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

  1. Puasa Arafah 

Selanjutnya adalah puasa Arafah yang disunnahkan untuk dilaksanakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Hadits riwayat muslim menjelaskan keutamaan puasa Arafah akan menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

Sigma Siaga

Online

Sigma Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top