Satu Pesan Bisa Berubah Makna: Belajar Menjaga Lisan di Era Digital
Pernahkah kamu mengirim pesan dengan maksud bercanda, tetapi justru membuat orang lain tersinggung?
Hanya karena satu kalimat pendek.
Di dunia nyata, kita bisa menjelaskan maksud, melihat ekspresi lawan bicara, atau langsung meminta maaf.
Namun di ruang digital, sebuah pesan hanya terdiri dari kata-kata di layar.
Kalimat “terserah kamu” bisa terdengar biasa bagi pengirim, tetapi terasa menyakitkan bagi penerima.
Satu komentar bisa membuat seseorang percaya diri.
Tetapi satu komentar lainnya juga bisa membuat seseorang merasa tidak berharga.
Karena itu, menjaga lisan di era digital bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, tetapi juga apa yang kita ketik, komentari, bagikan, dan sebarkan.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Allah SWT juga mengingatkan:
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qaf: 18)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga Lisan di Dunia Digital
Sebelum menekan tombol kirim, coba tanyakan:
- Benarkah informasi ini?
- Perlukah orang lain mengetahuinya?
- Apakah kalimat ini bisa menyakiti seseorang?
- Apakah aku rela jika pesan ini dibaca banyak orang?
- Apakah ada manfaat dari apa yang ingin kubagikan?
Ingat, jejak digital dapat bertahan jauh lebih lama daripada percakapan biasa.
Renungan
Dulu, menjaga lisan berarti berhati-hati terhadap apa yang keluar dari mulut.
Sekarang, menjaga lisan juga berarti berhati-hati terhadap jari kita.
Jangan sampai mulut kita diam, tetapi akun media sosial kita terus menyebarkan keburukan.
Karena satu pesan mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk dikirim, tetapi dampaknya bisa bertahan jauh lebih lama.
Gunakan ruang digital bukan hanya untuk berbicara, tetapi juga untuk menyebarkan manfaat.
Mari wujudkan kebaikan bersama Yayasan SIGMA.
Salurkan donasi terbaik untuk membantu yatim dan dhuafa melalui program pendidikan, pangan, santunan, serta berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.
Jika satu pesan bisa menyakiti, satu pesan juga bisa menggerakkan kebaikan. Pilih untuk menjadi bagian yang mana?




