Anda Berkurban? Terapkan Sunah di Bawah ini agar Pahala Maksimal

Berkurban merupakan ibadah yang dilakukan pada Hari Raya Iduladha. Membeli hewan ternak untuk dikurbankan ini memiliki beberapa ketentuan dan sunah.

Sunah-sunah tersebut sebaiknya dilakukan agar mendapatkan pahala dan keridhoan yang maksimal dari Allah SWT.

Berikut adalah beberapa sunah dalam berkurban yang sebaiknya diterapkan:

1. Berkurban dengan Hewan yang Gemuk

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Al Baihaqi, dan Hakim, disebutkan bahwa Nabi Muhammad bersabda;

اِنَّ اَحَبَّ الضَّحَايَا اِلَى اللهِ اَغْلاَهَا وَاَسْمَنُهَا

“Sesungguhnya kurban yang paling dicintai Allah adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.”

Berkurban merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWt. Untuk itu, pilihlah hewan yang gemuk dan sehat.

2. Tidak memotong rambut dan kuku

Seseorang yang akan berkurban disunahkan untuk tidak memotong atau mencabut kuku dan rambutnya mulai dari awal bulan Dzulhijjah hingga selesai waktu menyembelih hewan kurban.

Nabi Muhammad bersabda :

“Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (H.R. Muslim)

3. Menyembelih sendiri atau menyaksikan langsung

Rasulullah SAW bersabda : “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta”. (HR. Abu Daud 2810 dan At-Tirmizi 1521)

Orang yang berkurban disunahkan untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya. Namun, apabila dirasa tidak sanggup, maka boleh diwakilkan oleh orang lain yang sanggup dan mengerti syariatnya.

4. Membaca Basmalah dan Dzikir

Saat menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk membaca basmalah dan berdzikir kepada Allah SWT.

Allah Swt berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 36: “Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya”

5. Menyantap daging kurban

Dalam Alquran surat Al-Hajj ayat 28, Allah SWT berfirman :

لِّيَشۡهَدُوۡا مَنَافِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُوا اسۡمَ اللّٰهِ فِىۡۤ اَ يَّامٍ مَّعۡلُوۡمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمۡ مِّنۡۢ بَهِيۡمَةِ الۡاَنۡعَامِ‌‌ ۚ فَكُلُوۡا مِنۡهَا وَاَطۡعِمُوا الۡبَآٮِٕسَ الۡفَقِيۡـرَ

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

Dan dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha- dengan lafadz: “Makan, simpan dan bersedekahlah kalian (dari kurban kalian).” (HR. Muslim: 1971).

6. Menyembelih pada Hari Iduladha

Hadis dari Al-Baraa bin ‘Azib mengisahkan bahwa Rasulullah bersabda: 

“Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada hari (‘Idul Adha) ini adalah salat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban.” (HR Bukhori: 5545 dan Muslim: 1961).

Sangat dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban tepat setelah melaksanakan salat Iduladha, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, diperbolehkan untuk juga dilakukan pada hari Tasyrik, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

Sigma Siaga

Online

Sigma Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top