Adab Menghargai Waktu dalam Islam: Nikmat yang Tak Akan Pernah Kembali
Seorang mahasiswa memiliki kebiasaan menunda banyak hal. Tugas dikerjakan menjelang tenggat, shalat sering di akhir waktu, dan waktu luangnya habis untuk media sosial. Ia selalu berpikir, “Masih ada waktu.”
Suatu hari, kabar duka datang. Seorang teman sebayanya meninggal dunia secara tiba-tiba. Peristiwa itu membuatnya tersadar bahwa tidak ada yang tahu kapan waktu yang Allah berikan akan berakhir. Sejak saat itu, ia mulai menjaga shalat di awal waktu, mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat, dan mengisi hari-harinya dengan belajar serta berbuat baik.
Ia memahami bahwa waktu adalah nikmat yang tidak akan pernah bisa kembali.
Allah SWT berfirman:
“Demi masa. Sungguh, manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan…”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim)
Cara Menghargai Waktu Menurut Islam
- Menjaga shalat di awal waktu.
- Mengatur waktu antara ibadah, belajar, bekerja, dan istirahat.
- Mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat, termasuk penggunaan media sosial yang berlebihan.
- Mengisi waktu luang dengan Al-Qur’an, menuntut ilmu, dan berbuat baik.
- Tidak menunda amal saleh ketika ada kesempatan.
Pelajaran Penting
- Waktu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
- Menunda kebaikan dapat membuat kita kehilangan kesempatan meraih pahala.
- Kesuksesan dunia dan akhirat dimulai dari kebiasaan menghargai waktu.
- Setiap detik yang digunakan untuk kebaikan akan bernilai ibadah.
Jangan biarkan waktu berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan.
Mari manfaatkan setiap kesempatan untuk berbagi bersama Yayasan SIGMA. Salurkan donasi terbaik Anda untuk membantu yatim dan dhuafa memperoleh pendidikan, kebutuhan hidup, dan pembinaan keislaman. Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat.



