Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali mengukur segala sesuatu dengan timbangan untung dan rugi, kita diajak sejenak menengok kembali ke masa lampau. Ada kisah agung dari seorang Nabi yang keikhlasannya Ia adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Kisah Memberi dengan Hati, Bukan Sekadar Tangan
Nabi Ibrahim dikenal bukan hanya karena keteguhan imannya, tapi juga karena kelapangan hatinya. Ia bukan hanya seorang Nabi, tetapi juga seorang dermawan sejati. Rumahnya terbuka untuk siapa saja. Jika tidak ada tamu datang dalam sehari, beliau akan berjalan jauh, mencari orang asing hanya untuk diberi makan.
Bukan karena kelebihan harta, bukan pula karena ingin dipuji—tapi karena keyakinannya bahwa memberi adalah bentuk cinta kepada Allah dan sesama manusia.
Kisah tentang Pemberian Tanpa Harap Balasan
Satu hal yang mencolok dari kisah Nabi Ibrahim adalah: ia memberi tanpa pernah mengharap kembali. Ia tidak memilih siapa yang diberi. Bahkan kepada orang asing, ia tetap menyuguhkan makanan terbaik, karena ia tahu, kebaikan yang datang dari hati akan kembali dengan cara yang tak terduga.
Dalam Al-Qur’an, Allah mengabadikan kisah ketika Nabi Ibrahim menjamu tamu yang tidak ia kenal dengan sapi gemuk (QS. Adz-Dzariyat: 24-27). Tanpa banyak tanya, tanpa menunggu balasan. Ini bukan hanya tentang memberi makan, tapi tentang memberi tempat dalam hati untuk orang lain.
Relevan di Masa Kini
Di zaman sekarang, kita mungkin tak menjamu tamu dengan sapi gemuk. Tapi kita bisa berbagi dengan mereka yang tak terlihat di sekitar kita—anak-anak yatim yang butuh biaya sekolah, para lansia yang kesepian, atau keluarga prasejahtera yang bingung menyambung hidup.
Memberi tak harus besar. Terkadang, yang kita anggap kecil bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain.
Kita Tak Akan Pernah Rugi dengan Memberi
Yayasan Sigma percaya bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan kembali kepada pemberinya. Bahkan Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Dalam setiap rupiah yang kita sisihkan untuk membantu, ada cinta. Ada harapan. Dan ada berkah yang mengalir, tak hanya untuk penerima, tapi juga untuk kita sebagai pemberi.
Mari Jadi Bagian dari Kebaikan Ini
Bayangkan jika hari ini, dari satu donasi kecil yang kita beri, ada satu anak bisa melanjutkan sekolahnya. Atau satu ibu bisa membawa pulang sembako untuk anak-anaknya. Kita mungkin tak akan pernah tahu siapa mereka, tapi Allah tahu.
Seperti Nabi Ibrahim, mari memberi tanpa mengharap kembali. Karena ketika kita memberi dengan ikhlas, yang kembali bukan hanya pahala, tapi juga kedamaian hati yang tak tergantikan.
💛 Klik di sini untuk berdonasi sekarang.
Setitik bantuanmu bisa menjadi samudra harapan bagi mereka.



