Mana yang Lebih Utama, Sedekah atau Haji?

Haji dan sedekah merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Seseorang yang mampu untuk berangkat haji, kemungkinan besar juga memiliki kapasitas untuk bersedekah. Namun, mana yang lebih utama antara ibadah sedekah dan haji? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Dilansir dari Islami.co, ibadah haji merupakan ibadah yang lebih utama dibanding sedekah. Namun, tetap harus dilihat dari kebutuhannya, jika terdapat seseorang yang mengalami musibah dan membutuhkan bantuan kita, maka utamakanlah sedekah. Hal tersebut sesuai yang tercantum pada Mazhab Maliki.

ﻭاﻟﺤﺞ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ اﻟﺼﺪﻗﺔ ﺇﻻ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺳﻨﺔ ﻣﺠﺎﻋﺔ

Haji lebih utama dari pada sedekah, kecuali di tahun kelaparan (Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah 6/290)

Pendapat ini didasarkan pada kisah seorang wanita yang tengah mengais makanan berupa bangkai burung di tempat sampah dan bertemu dengan Abdullah bin Al Mubarak. Beliau yang saat itu hendak pergi haji akhirnya memberikan uang untuk wanita tersebut. Menurut beliau, bersedekah lebih utama dari pada perjalanan hajinya, kemudian ia kembali dan pergi haji di tahun berikutnya.

Sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat dengan mengisyaratkan bahwa orang shaleh yang kaya raya tapi kurang memperhatikan kebutuhan orang-orang yang membutuhkan dinilai sebagai tidak peka terhadap kehidupan sosial.

ﻭاﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻤﻦ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﻔﻘﺘﻪ اﻟﺰﻭﺟﺔ، ﻭاﻟﻘﺮﻳﺐ، ﻭاﻟﻤﻤﻠﻮﻙ اﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻟﺨﺪﻣﺘﻪ، ﻭﺃﻫﻞ اﻟﻀﺮﻭﺭاﺕ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻟﻮ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻗﺎﺭﺑﻪ ﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮﻭﻩ ﻓﻲ اﻟﺴﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺩﻓﻊ ﺿﺮﻭﺭاﺕ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺑﺈﻃﻌﺎﻡ ﺟﺎﺋﻊ، ﻭﻛﺴﻮﺓ ﻋﺎﺭ، ﻭﻧﺤﻮﻫﻤﺎ ﻓﺮﺽ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻣﻠﻚ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻛﻔﺎﻳﺔ ﺳﻨﺔ. ﻭﻗﺪ ﺃﻫﻤﻞ ﻫﺬا ﻏﺎﻟﺐ اﻟﻨﺎﺱ، ﺣﺘﻰ ﻣﻦ ﻳﻨﺘﻤﻲ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺡ


Orang haji wajib memberikan bekal untuk keluarga yang ditinggalkannya saat ke tanah suci], yaitu meliputi keluarga yang wajib dinafkahi, istri, kerabat, budak yang menjadi pelayannya dan orang-orang Islam yang sangat membutuhkan meskipun bukan kerabatnya. Seperti yang telah disampaikan oleh para ulama dalam Bab Jihad bahwa menghilangkan beban hidup umat Islam seperti memberi makan, pakaian dan lainnya adalah wajib bagi orang kaya yang memiliki ,(dana) makanan lebih banyak dari 1 tahun. Hal ini kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang termasuk orang yang dianggap shaleh” (Syekh Dimyathi Syatha, Ianat Ath-Thalibin 2/319)

butuh bantuan

Kami di sini untuk membantu Anda

Customer Support

SIGMA Siaga

Online

SIGMA Siaga

ada yang dapat kami bantu 00.00
Scroll to Top