Menemukan Makna Hidup Lewat Memberi
Di tengah hiruk pikuk hidup modern, banyak anak muda merasa sibuk namun hampa. Target tercapai, gawai selalu di tangan, hiburan tak pernah habis. Tapi tetap saja, ada ruang kosong yang sulit dijelaskan. Sampai suatu hari, seseorang mencoba hal sederhana: memberi.
Bukan memberi dalam jumlah besar, hanya membantu membeli makanan untuk orang lain, ikut aksi sosial, atau menyisihkan sedikit uang untuk donasi. Anehnya, setelah itu hati terasa lebih ringan. Ada kepuasan batin yang tak bisa dibeli. Saat itulah kita sadar, makna hidup sering kali tidak ditemukan dengan mengejar lebih banyak, tetapi dengan berbagi.
Allah ﷻ mengingatkan kita dalam QS. Al-Balad: 12–16:
“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (Yaitu) melepaskan perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.”
Ayat ini menunjukkan bahwa jalan hidup yang bernilai bukanlah yang paling mudah, tetapi yang penuh kepedulian. Memberi bukan hanya tentang membantu orang lain, melainkan juga tentang membentuk jiwa melatih empati, menumbuhkan rasa syukur, dan menyadarkan kita bahwa hidup punya tujuan yang lebih besar dari diri sendiri.
Bagi Gen Z yang haus makna dan ingin hidup berdampak, memberi adalah jalan nyata untuk merasakan bahwa hidup kita berarti.
Gen Z dikenal kreatif, peduli, dan ingin membawa perubahan.
Mari temukan makna hidup lewat aksi nyata donasi, relawan, dan gerakan sosial bersama Yayasan Sigma. Karena memberi bukan sekadar kebaikan, tapi perjalanan menemukan versi terbaik dari diri kita.



