Refleksi Hidup: Sudah Sejauh Apa Kita Melangkah?
Ada saat-saat tertentu dalam hidup ketika kita berhenti sejenak. Bukan karena lelah berjalan, tetapi karena hati meminta untuk menengok ke belakang. Sudah sejauh apa langkah kita hari ini? Apa saja yang telah kita perjuangkan, dan untuk apa semua itu dilakukan?
Dalam sunyi, kita mulai menyadari bahwa waktu berjalan tanpa menunggu. Hari demi hari berlalu, sementara hidup terus menuntut makna. Refleksi bukan tentang menyesali masa lalu, melainkan memahami perjalanan agar langkah ke depan lebih terarah dan bernilai.
Allah ﷻ mengingatkan kita dengan lembut dalam QS. Al-Hasyr: 18:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
Ayat ini mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang persiapan masa depan yang kekal. Setiap pilihan, setiap amal, dan setiap kebaikan yang kita lakukan adalah bekal. Refleksi diri menjadi kunci agar hidup tidak berjalan tanpa arah, melainkan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Salah satu bentuk persiapan terbaik adalah amal yang memberi manfaat bagi sesama kebaikan yang terus mengalir, bahkan ketika kita telah melangkah jauh dari hari ini.
Jika hari ini adalah waktu untuk merenung, maka besok adalah waktu untuk melangkah.
Jadikan donasi dan aksi kebaikan sebagai langkah selanjutnya dalam perjalanan hidupmu. Bersama Yayasan Sigma, mari ubah refleksi menjadi aksi, dan niat baik menjadi manfaat nyata.



