Nuzulul Qur’an: Saat Cahaya Diturunkan ke Bumi
Malam itu sunyi. Gua Hira menjadi saksi ketika cahaya pertama diturunkan ke bumi. Bukan cahaya biasa, melainkan wahyu yang kelak mengubah arah peradaban manusia. Di tengah keheningan, Rasulullah ﷺ menerima ayat-ayat pertama Al-Qur’an sebuah awal dari perjalanan panjang yang membawa manusia dari gelap menuju terang.
Nuzulul Qur’an bukan sekadar peristiwa sejarah. Ia adalah momen perubahan. Dari kebodohan menuju ilmu, dari kezaliman menuju keadilan, dari keputusasaan menuju harapan. Hingga hari ini, Al-Qur’an tetap menjadi pelita bagi hati-hati yang ingin menemukan arah hidup.
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-‘Alaq: 1–5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat-ayat pertama ini menegaskan bahwa ilmu adalah pintu peradaban, dan Al-Qur’an adalah sumbernya. Islam hadir dengan seruan membaca, belajar, dan memahami agar manusia hidup dengan kesadaran, akhlak, dan tanggung jawab.
Karena itu, menjaga Al-Qur’an bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan menyebarkannya, mengajarkannya, dan memastikan generasi penerus memiliki akses pada ilmu dan pendidikan yang layak.
Nuzulul Qur’an adalah momentum terbaik untuk menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan.
Mari ambil bagian dalam kebaikan dengan berdonasi untuk program Al-Qur’an dan pendidikan. Karena setiap huruf yang dibaca, setiap ilmu yang diajarkan, akan menjadi pahala yang terus mengalir.




